PENGELOLAAN GIZI PADA ANAK DENGAN ATRIAL SEPTAL DEFECT (ASD) SECUNDUM YANG MENUTUP SECARA SPONTAN : LAPORAN KASUS DI PUSKESMAS KEDURUS SURABAYA

Authors

  • Andhina Rachma Pramita UHT
  • Komang Tiara Novi Mudiarta UHT
  • Ni Kadek Ghargita Surya Satwitri UHT
  • Widya Widati UHT
  • Cut Annisa UHT

DOI:

https://doi.org/10.30649/v5i2.172

Keywords:

Atrial septal defect, malnutrisi, intervensi nutrisi, penutupan spontan, penyakit jantung bawaan

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung bawaan (PJB) terjadi pada sekitar 0,8% kelahiran hidup secara global. Atrial septal defect (ASD) secundum merupakan salah satu PJB umum yang dapat menyebabkan gangguan hemodinamik ringan hingga sedang, dengan potensi peningkatan risiko malnutrisi pada anak akibat penurunan intake dan peningkatan kebutuhan metabolik.

Ilustrasi Kasus: Seorang anak perempuan usia 6 bulan datang ke Puskesmas Kedurus Surabaya dengan keluhan tersedak saat pemberian makanan pendamping ASI, lemas, bibir membiru, dan suhu tubuh terasa dingin. Pemeriksaan fisik menunjukkan murmur jantung, dan echocardiography mengonfirmasi ASD secundum berukuran 3 mm. Selama periode hingga usia 14 bulan, pasien menunjukkan penurunan nafsu makan dan tidak terjadi peningkatan status gizi selama 5 bulan.

Intervensi dan Hasil: Dilakukan intervensi nutrisi komprehensif yang meliputi evaluasi status gizi, pemberian makanan padat dengan densitas energi dan protein ditingkatkan, edukasi kepada pengasuh tentang teknik pemberian makan, dan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Secara bersamaan, defek ASD dilaporkan menutup secara spontan pada follow-up. Setelah 2 bulan intervensi, pasien menunjukkan peningkatan berat badan menjadi 8,6kg, perbaikan nafsu makan, dan hilangnya keluhan awal. Kualitas hidup anak membaik berdasarkan pemantauan klinis.

Kesimpulan: Pada anak dengan ASD kecil yang berisiko mengalami gangguan status gizi, pendekatan pengelolaan yang komprehensif—menggabungkan pemantauan kardiak dan intervensi nutrisi yang adekuat—dapat menghasilkan perbaikan klinis dan nutrisi, bahkan ketika defek menutup secara spontan.

Author Biographies

  • Komang Tiara Novi Mudiarta, UHT

    Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Surabaya, Indonesia

  • Ni Kadek Ghargita Surya Satwitri, UHT

    Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Surabaya, Indonesia

  • Widya Widati, UHT

    Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Surabaya, Indonesia

  • Cut Annisa, UHT

    Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Surabaya, Indonesia

References

[1] Alhuzaim A, et al. (2019). Patterns, prevalence, risk factors, and survival of newborns with congenital heart defects in Saudi Arabia. Journal of Congenital Cardiology, 3(1).

[2] Alkashkari, W., Albugami, S., & Hijazi, Z. M. (2020). Current Practice In Atrial Septal Defect Occlusion In Children And Adults. Expert Review Of Cardiovascular Therapy, 18(6).

[3] Centeno-Malfaz, F., Moráis-López, A., Caro-Barri, A. And Pe, L., (2023). Malfaz, CF., Lopez, AM., Et al. Nutrition In Congenital Heart Disease: Consensus Document. Anales De Pediatria. 2023; 98 (5): pp.373-383. 98.

[4] Hakim, A. N. A., Adnyana, A. A. N. M., Prasetyo, A. B., Putri, A. R. D. P. S., Dita, A., Pikir, R. R., & Diarsvitri, W. (2024). Atrial Septal Defect. Surabaya Biomedical Journal, 4(1).

[5] Herridge, J., Tedesco-Bruce, A., Gray, S. And Floh, A.A., (2021). Feeding The Child With Congenital Heart Disease: A Narrative Review. Pediatric Medicine, 4.

[6] Karuru, Uma & Naveen, Talakola & Mysore, Sai. (2025). Right-to-Left Shunting in Simple Atrial Septal Defect with Normal Pulmonary Artery Pressure: A Rare Cause of Cyanosis and Its Diagnostic Hurdles. International Journal of Clinical Studies and Medical Case Reports. 50. 1239. 10.46998/IJCMCR.2025.50.001239.

[7] Kemenkes RI. (2020). Buku Saku Pencegahan Dan Tata Laksana Gizi Buruk Pada Balita Di Layanan Rawat Jalan Bagi Tenaga Kesehatan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

[8] Lestari, D. L. (2023). Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak. Scientific Journal, 2(4).

[9] Menillo AM, Alahmadi MH, Pearson-Shaver AL. (2025). Atrial Septal Defect. Statpearls. Treasure Island (FL)

[10] Pahal P, Goyal A. Central and Peripheral Cyanosis. In: StatPearls. StatPearls Publishing, Treasure Island (FL); 2025. PMID: 32644593.

[11] Taşcı O, Pamukçu Ö, Narin N, Keti DB, Sunkak S, Vural Ç, et al. The effects of transcatheter atrial septal defect closure on appetite, nutritional hormones and growth in children. Trends in Pediatrics. 2023;4(1):6–13.

[12] Umboh, Adrian & Rompies, Ronald & Umboh, Valentine. (2022). Hubungan Status Gizi dan Anemia dengan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak. Sari Pediatri. 23. 395. 10.14238/sp23.6.2022.395-401.

[13] Wang Y, et al. (2025). Congenital heart disease: types, pathophysiology, diagnosis, and treatment options. National Center for Biotechnology Information.

Downloads

Published

2026-02-02

Issue

Section

LAPORAN KASUS

How to Cite

PENGELOLAAN GIZI PADA ANAK DENGAN ATRIAL SEPTAL DEFECT (ASD) SECUNDUM YANG MENUTUP SECARA SPONTAN : LAPORAN KASUS DI PUSKESMAS KEDURUS SURABAYA. (2026). Surabaya Biomedical Journal, 5(2), 106-114. https://doi.org/10.30649/v5i2.172

Similar Articles

21-30 of 40

You may also start an advanced similarity search for this article.