Hubungan Status Gizi Terhadap Kejadian Tuberculosis Pada Balita di RSPAL Dr.Ramelan Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.30649/v6i1.122Keywords:
Tuberculosis ;status gizi; anak balitaAbstract
Tuberculosis adalah penyakit infeksi kronis yang dapat menyerang semua organ tubuh, paling sering ditemukan di paru-paru. Penyakit ini lebih sering terjadi di tempat-tempat yang padat penduduk. Mycobacterium Tuberculosis (BTA) tahan asam menyebabkan tuberculosis, prevalensi tuberkulosis pada anak yang berusia di bawah lima tahun di Indonesia masih mencapai tingkat yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara status gizi dan kasus tuberkulosis pada pasien yang berusia di bawah lima tahun di Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya.
Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan metode teknik sampling dengan mengambil 71 sampel dari data rekam medis. Data yang terkandung meliputi informasi mengenai usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan, yang diperoleh dari catatan rekam medis pasien di bawah usia lima tahun yang telah berkunjung atau dirawat di bagian pediatrik Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya selama periode Januari 2019 hingga Juli 2023. Presentasi data deskriptif dilakukan melalui tabel dan grafik.
Dari hasil penelitian, 65 orang memenuhi kriteria inklusi, Kebanyakan anak laki-laki yang mengalami tuberculosis sebanyak 35 pasien, dapat disimpulkan bahwa kasus tuberculosis pada anak dibawa lima tahun paling sering pada anak laki-laki.
References
Bahaudin. (2019). Tuberculosis Pada Balita. Jurnal Keperawatan Cikini 4(2),144-155
Budiman, I. S., Kania, N., & Nasution, G. T. D. (2021). Gambaran Status Gizi Anak Usia 0-60 Bulan di Rumah Sakit Annisa Medical Center Cileunyi ,JSK 6(1).42-43
Darwin. (2015). Jasa Pencegahan & Kontrol Tuberkulosis. JAMA 1(2), 1-2 http://www.nt.gov.au/nths/publich/cdc/vol5/bcg.htm
Hanndayani, R., Mustika, S. I., Vionalita, G., & Rahmawati, N. (2022). Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Kesehatan Masyarakat, 10(5), 571-574
Kemenkes. (2016).Petunjuk Teknik Manajemen dan Tatalaksana TB pada Anak, 614-542
Terawan Agus Putranto. (2020). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Standar Antropometri Anak,17-20
Kemenkes. (2020). Peraturan Mentari Kesehatan Republik Indonesia.7(1),13-15
Khulafa’ur Rosidah, L., Harsiwi, S., Dharma, A. K., Kediri, H., & Timur, J. (2017).
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun (Di
Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk). In Jurnal Kebidanan Dharma Husada Kediri 6(2),30-34
Nadila, N. N. (2021). Hubungan Status Gizi Pada Balita Dengan Kejadian
Tuberculosis.Jurnal Medika Hutama, 2(2),475-476
Nanda. (2019). Karakteristik Kasus Tuberculosis Tahun 2019, 54-56
Putri Rafika Tintia, Hilmi Laily Indah, & Salman. (2023). Review Article Journal Ofpharmaceutical and Sciences Electronic. JPS, 6(1).237-242
Rahim, F. K. (2014). Faktor Risiko Underweight Balita Umur 7-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 115–121.
Sholikah, A., Rustiana, R., Prodi, A. Y., Masyarakat, K., & Artikel, I. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Pedesaan dan Perkotaan. In Public Health Perspective Journal 2(1).
Suarni, H. (2009). Faktor Risiko TB, Public Health Nutrition Journal, 1(1),18-19
Tahar Lathifah Nurul Titah. (2019). Status Gizi Balita, Public Health Nutrition Journal, 1(1),1-15
Wismasa Hadi Intania. (2021). Hubungan Pemberian Imunisasi BCG (BACILLUS CALMETTE GUERIN) dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Anak Usia Balita. Jurnal Insan Farmasi Indonesia,3(1),154-161
Yuniar, I., & Dwi Lestari, S. (2017). Hubungan Status Gizi dan Tubekulosis Paru. Jurnal Perawat Indonesia 1(1),18-25
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 shofiyah jurnal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




