PENGARUH PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID DAN KREATININ PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL NEFROPATI DIABETIK DENGAN INDUKSI STREPTOZOTOCIN
DOI:
https://doi.org/10.30649/Keywords:
Streptozotocin, Kreatinin, MDA, TOHBAbstract
Latar Belakang : Diabetes melitus adalah kumpulan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia persisten yang disebabkan oleh gangguan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini masih banyak menjadi masalah pada sebagian besar masyarakat. Diabetes melitus yang terjadi secara kronis sangat berisiko untuk terjadi komplikasi salah satunya yaitu nefropati diabetik. Nefropati diabetik juga menjadi penyebab utama terjadinya gagal ginjal kronis di Indonesia. Pada nefropati diabetik, ginjal mengalami proses inflamasi yang ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehid (MDA) dalam serum ataupun jaringan. Penyakit ini juga digambarkan dengan adanya penurunan fungsi ginjal sehingga terjadi peningkatan kadar kreatinin yang dapat diukur pada serum darah. Pemberian terapi oksigen hiperbarik diketahui mampu menjadi terapi adjuvant untuk memperbaiki fungsi ginjal dengan menurunkan kadar MDA dan kreatinin dengan menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) model nefropati diabetik yang diinduksi streptozotocin.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi oksigen hiperbarik terhadap kadar MDA dan kreatinin pada tikus model nefropati diabetik yang diinduksi streptozotocin.
Metode : Penelitian eksperimen ini menggunakan post test only control group design. Objek penelitian ini adalah tikus putih (Rattus norvegicus) model nefropati diabetik yang diinduksi dengan streptozotocin. Terdapat tiga pembagian kelompok sampel, kelompok normal sebagai kontrol negatif (K-), kelompok nefropati diabetik tanpa terapi OHB sebagai kontrol positif (K+), kelompok nefropati diabetik dengan terapi OHB sebagai kelompok perlakuan (Kp).
Hasil : Terdapat perbaikan signifikan pada tikus model nefropati diabetik pasca pemberian terapi OHB 2,4 ATA selama 5 hari, berupa penurunan kadar MDA ( p=0.002 ) dan kreatinin ( p=0.005 ) pada kelompok nefropati diabetik dengan TOHB (Kp) dibandingkan dengan kelompok nefropati diabetik tanpa TOHB (K+).
Kesimpulan : Pemberian terapi OHB 2,4 ATA selama 5 hari dapat memperbaiki kondisi ginjal pada tikus model nefropati diabetes yang diinduksi streptozotocin melalui penurunan kadar MDA dan kreatinin.
Kata kunci : Nefropati Diabetik, TOHB, MDA, Kreatinin, Streptozotocin.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Rasyid Ridho Muhammad Rasyid Ridho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




